Persatuan pangkal kekuatan. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, adalah peribahasa lama yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi kesepakatan umum tentang kekuatan persatuan . Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan, menjadi bukti lain dari kekuatan persatuan yang diungkapkan para demonstran.
Persatuan perlu ikatan. Semakin kuat ikatan yang dipakai semakin kokoh
persatuan. Sebaliknya ketika ikatan yang dipakai lemah akan lemah juga
persatuan yang terjalin. Ada banyak ikatan yang dipakai manusia untuk membuat
persatuan.
Ada yang bersatu karena ikatan kesukuan. Puncaknya memunculkan ashobiyah
(fanatisme kesukuan) yang berujung pada peperangan antar suku yang turun
temurun, seperti yang diperagakan suku aus dan khajraj sebelum kedatangan
Islam.
Ada yang bersatu karena ikatan kebangsaan. Puncaknya memunculkan
chauvinisme (paham kebangsaan yang sempit) yang berakhir dengan pertempuran
antar bangsa, seperti peperangan yang dikobarkan Adolf Hitler di Eropa dengan
mengusung semboyan Deutschland
über alles (Jerman di atas segala bangsa).
Ada yang bersatu karena ikatan ras. Puncaknya melahirkan rasialisme, seperti
kebijakan politik apharteid yang pernah diterapkan orang kulit putih di Afrika
Selatan yang telah memarjinalkan orang-orang kulit hitam di tanahnya sendiri.
Ada yang bersatu karena ikatan kepentingan. Puncaknya
melahirkan pragmatisme kepentingan yang sekilas tampak bersatu tetapi
sesungguhnya mereka centang perenang dan rentan perpercahan, seperti yang
digambarkan Allah di Al-Qur’an dalam Surat Al-Hasyr ayat 14 :
تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا
وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى
“ kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati
mereka berpecah belah....”
Dan ada yang bersatu karena hatinya diikat
oleh Allah. Melahirkan Ukhuwwah Islamiyyah yang puncaknya adalah Al-Itsar
(mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri) seperti yang pernah
diperlihatkan oleh shahabat anshar kepada shahabat muhajirin yang diabadikan
Allah di Al-Qur’an.
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ
قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ
حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ
خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (9)
“ Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman
(Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai'
orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada
menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada
mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri
mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara
dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung “ (QS
Al-Hasyr : 9)
Terikatnya hati karena Allah adalah nikmat karena akan mengeluarkan manusia dari bencana permusuhan dan menyelamatkannya dari tepi
jurang api neraka.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا
تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً
فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ
عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ
اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (103)
Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang
neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (QS Ali-Imran:103)
Terikatnya hati
karena Allah, adalah ikatan paling mahal yang harganya melebihi seluruh harta
yang ada di muka bumi.
وَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ
قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)
Dan yang mempersatukan
hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua
(kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati
mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia
Maha gagah lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Anfal:63)
Terikatnya hati karena Allah, adalah rahmat
yang diberikan Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya.
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ
لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (118) إِلَّا
مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ
لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (119)
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan
manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,kecuali orang-orang
yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka.
kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan
memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS Huud : 118-119)
Maka mari kita jaga kesucian ikatan hati yang telah terjalin diantara kita
dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ternoda oleh kotoran dan sampah
dunia.









0 komentar:
Posting Komentar