.

Minggu, 30 Juni 2013

IKATAN HATI



Persatuan pangkal kekuatan. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, adalah peribahasa lama yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi kesepakatan umum tentang  kekuatan persatuan . Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan, menjadi bukti lain dari kekuatan persatuan yang diungkapkan para demonstran.

Persatuan perlu ikatan. Semakin kuat ikatan yang dipakai semakin kokoh persatuan. Sebaliknya ketika ikatan yang dipakai lemah akan lemah juga persatuan yang terjalin. Ada banyak ikatan yang dipakai manusia untuk membuat persatuan.

Ada yang bersatu karena ikatan kesukuan. Puncaknya memunculkan ashobiyah (fanatisme kesukuan) yang berujung pada peperangan antar suku yang turun temurun, seperti yang diperagakan suku aus dan khajraj sebelum kedatangan Islam.

Ada yang bersatu karena ikatan kebangsaan. Puncaknya memunculkan chauvinisme (paham kebangsaan yang sempit) yang berakhir dengan pertempuran antar bangsa, seperti peperangan yang dikobarkan Adolf Hitler di Eropa dengan mengusung semboyan  Deutschland über alles (Jerman di atas segala bangsa).

Ada yang bersatu karena ikatan  ras.  Puncaknya melahirkan rasialisme, seperti kebijakan politik apharteid yang pernah diterapkan orang kulit putih di Afrika Selatan yang telah memarjinalkan orang-orang kulit hitam di tanahnya sendiri.

Ada yang bersatu karena ikatan kepentingan. Puncaknya melahirkan pragmatisme kepentingan yang sekilas tampak bersatu tetapi sesungguhnya mereka centang perenang dan rentan perpercahan, seperti yang digambarkan Allah di Al-Qur’an dalam Surat Al-Hasyr ayat 14 :


تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى
kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah....”

Dan ada yang bersatu karena hatinya diikat oleh Allah. Melahirkan Ukhuwwah Islamiyyah yang puncaknya adalah Al-Itsar (mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri) seperti yang pernah diperlihatkan oleh shahabat anshar kepada shahabat muhajirin yang diabadikan Allah di Al-Qur’an.
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (9)
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung “ (QS Al-Hasyr : 9)

Terikatnya hati karena Allah adalah nikmat  karena akan mengeluarkan  manusia dari bencana  permusuhan dan menyelamatkannya dari tepi jurang api neraka.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (103)
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (QS Ali-Imran:103)

Terikatnya hati karena Allah, adalah ikatan paling mahal yang harganya melebihi seluruh harta yang ada di muka bumi.
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)
Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Anfal:63)

Terikatnya hati karena Allah, adalah rahmat  yang diberikan Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya.

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (118) إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (119)
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS Huud : 118-119)


Maka mari kita jaga kesucian ikatan hati yang telah terjalin diantara kita dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ternoda oleh kotoran dan sampah dunia.

0 komentar:

Posting Komentar