.

Senin, 10 Juni 2013

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ....


Tidaklah sama antara gelap dan cahaya. Tak ada yang bisa dilihat dalam gelap kecuali kegelapan. Tak ada yang bisa diketahui dalam gelap kecuali ketidaktahuan. Tak ada jalan yang bisa dilalui dalam gelap kecuali kesesatan. Sebaliknya, dalam cahaya segalanya terang benderang, semuanya jelas tegas. Jalan yang akan dilalui pun terbentang tanpa ada kesamaran sedikitpun.

وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ (19) وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ (20)

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya (QS 35: 19-20).

Allah menghendaki dan selalu membimbing manusia agar berada dalam cahaya-Nya. Cahaya Allah menerangi jalan kehidupan manusia yang akan menghantarkannya pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat yang muaranya adalah surga. Sedangkan Thagut (syetan dkk) menginginkan dan selalu berupaya menarik manusia ke dalam kegelapan. Kegelapan menyesatkan jalan kehidupan manusia yang menjerumuskan manusia pada kecelakaan hidup di dunia dan akhirat yang berujung kepada neraka.

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (257)

“Allah adalah wali/ penolong bagi orang-orang yang beriman, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir maka penolong-penolong mereka adalah thaghut, yang mereka itu mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan-kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257)

Zhulumaat (kegelapan-kegelapan) adalah kekafiran dan nur (cahaya) adalah keimanan. Sebagaimana menurut Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah :

يُخْرِجُهُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْكُفْرِ إِلى نُوْرِ الْإِيْمَانِ

“Maksudnya, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kekafiran menuju cahaya keimanan.” (Jami’ al-Bayan [5/424] asy-Syamilah)
Imam Ibu Jarir rahimahullah juga mengatakan, “Diriwayatkan dari adh-Dhahhak tentang ayat ‘Allah adalah penolong bagi orang-orang yang beriman, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya’ bahwa yang dimaksud dengan ‘kegelapan-kegelapan’ adalah kekafiran sedangkan ‘cahaya’ adalah keimanan. ‘Adapun orang-orang kafir maka penolong mereka adalah thaghut, yang justru mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan’ maksudnya mengeluarkan mereka dari keimanan menuju kekafiran.” (Jami’ al-Bayan [5/425] asy-Syamilah)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
“Allah ta’ala menyebutkan lafal cahaya dalam bentuk tunggal dan menyebutkan kegelapan dalam bentuk plural/jamak, hal itu dikarenakan kebenaran itu satu sedangkan kekafiran itu banyak ragamnya dan seluruhnya adalah kebatilan.”              (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [1/685] asy-Syamilah).

Cahaya itu Allah pancarkan ke bumi dengan mengutus Rasul-Nya yang membacakan ayat-ayat-Nya (Tilawah), membersihkan jiwa (Tazkiyah) dan mengajarkan kitab dan hikmah (Ta’limul Manjah). Itulah karunia besar yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah :

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (164)

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata “ ( QS Ali Imran : 164).

Karunia besar yang diberikan Allah adalah mengangkat manusia dari jurang kegelapan dan kesesatan dengan diutusnya Rasulullah SAW yang membacakan ayat-ayat Allah (Tilawah),  membersihkan jiwa dengan ayat tersebut (Tazkiyah) dan mengajarkan kitab dan hikmah (Ta’limul Manhaj) sehingga kehidupan manusia menjadi terang benderang dan berada dalam petunjuk.
Secara konsepsional, hadirnya Rasul dengan proses tilawah, tazkiyah dan ta’limul kitab wal hikmah itulah yang kemudian kita kenal dengan  Tarbiyah Islamiyyah (baca Tarbiyah).

Jadi Tarbiyah adalah karunia besar dari Allah terhadap orang-orang yang selalu menginginkan berada dalam naungan cahaya-Nya. Maka apapun yang terjadi tetaplah dalam pangkuannya.




0 komentar:

Posting Komentar