.

INFO PENERIMAAN SISWA BARU

Dapatkan Layanan Pendidikan Islam Terpadu BINA ILMI dengan biaya lebih terjangkau Penerimaan : 1 dec 2014 Observasi Calon siswa baru Tahap 1 31 januari 2015

Truly SIT

MENUJU SEKOLAH NASIONAL BERSTANDAR MUTU SEKOLAH ISLAM TERPADU

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 03 Desember 2013

Informasi Penerimaan Siswa Baru TP. 2014/2015

Para Bintang Bina Ilmi
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Bagaimana kabarnya Bapak dan Ibu...?
Semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat sehingga dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari dengan baik.

Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah SWT, Sekolah Islam Terpadu Bina Ilmi sebagai lembaga pendidikan yang mendidik generasi cinta Al Quran dan berakhlak mulia, pada saat ini telah membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun pelajaran 2014/2015.

Periode penerimaan siswa baru dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Periode pertama mulai tanggal 2 Des 2013 - 10 Januari 2014, Observasi tanggal 11 Januari 2014. Quota terbatas PG TKIT 40 orang, SDIT 75 orang dan SMPIT 25 orang. 
  2. Periode ke dua mulai tanggal 10 Jan - 28 Feb 2014, Observasi tanggal 1 Maret 2014. Quota terbatas PG TKIT 15 orang, SDIT 40 orang dan SMPIT 15 orang.
  3. Periode ke tiga mulai tanggal 3 Maret - 10 April 2014, Observasi tanggal 11 April 2014. Quota terbatas PG TKIT 4 orang, SDIT 10 orang dan SMPIT 10 orang.


Dapatkan biaya pendidikan lebih terjangkau pada pendaftaran di periode pertama, Khusus untuk alumni TKIT dan SDIT Bina Ilmi yang akan melanjutkan ke jenjang diatasnya pada SIT Bina Ilmi akan mendapatkan discount biaya pendidikan hingga 19% (S&K).

Demikianlah informasi ini kami sampaikan, semoga dapat menjadi informasi dan pertimbangan dalam menentukan pilihan sekolah bagi putra dan putri Anda.

Selamat melanjutkan aktifitasnya hari ini.

Salam Para Bintang.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Panpel PSB SIT Bina Ilmi.

Sabtu, 26 Oktober 2013

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ.....



Dalam lintasan perjalanan da’wah para nabi phenomenal . Dari garis keturunannya lahir para nabi, sehingga beliau dikenal dengan sebutan Abul Anbiya.

iya, Ibrahim AS adalah nabi yang sangat

Ketegaran dan keteguhannya dalam berda’wah telah mendudukkan dirinya dalam jajaran Ulul Azmi Minar Rusul.
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ (35) سورة الأحقاف
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik (QS 46:35)

Kepatuhannya yang tanpa reserve kepada Allah, telah menghantarkannya menjadi kesayangan-Nya (khalilullah).
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا (125) سورة النساء
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.(QS 4:125)

Konsistensinya dalam menegakkan aqidah tauhidullah telah menempatkan dirinya dalam satu diantara dua nabi yang  menjadi uswatun hasanah.
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ ...(4) سورة الممتحنة
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja...(QS 60:4)

Dan hal lain, dari banyak hal yang tidak bisa disebutkan semuanya di sini, dari nabi Ibrahim adalah terkait visi da’wahnya yang jauh melintasi generasi. Visi tersebut beliau formulasikan dalam bentuk do’a-do’a yang dilantunkannya kepada Allah swt. Dan diantara do’anya adalah :
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana (Al-Baqarah:129)

Do’a ini dilantunkan oleh nabi Ibrahim as ketika pertama kali membangun dasar-dasar Baitullah bersama putranya Ismail, meminta dihadirkan kepada kaumnya kelak seorang Rasul sebagai Murabbi untuk men-Tarbiyah ummat dengan membacakan ayat-ayat Allah (tilawah), mengajarkan kitab dan hikmah (ta’lim) dan mensucikan mereka (tazkiyah).
Do’a tersebut kemudian Allah kabulkan setelah melintasi beberapa generasi dengan menghadirkan Rasulullah SAW. Sebagaimana Allah firmankan di Al-Qur’an :
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (151)
Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS Al- Baqarah : 151)

Hal senada juga disebutkan Allah di QS Ali-Imran 164 dan QS Al-Jumu’ah : 2 (silakan lihat sendiri ayatnya)

Kalau kita perhatikan do’a nabi Ibrahim as dalam QS Al-Baqarah:129, dijawab dan dikabulkan Allah dalam QS Al-Baqarah:151, QS Ali-Imran:164 dan QS Al-Jumu’ah:2 dengan sedikit koreksi urutan. Nabi Ibrahim meminta dihadirkan Rasul dengan peran tilawah, ta’lim dan tazkiyah, Allah mengabulkannya dengan merubah urutan perannya menjadi tilawah, tazkiyah dan ta’lim. Kenapa ? (Silakan cari hikmahnya)

Jadi Tarbiyah yang Insya Allah sedang kita jalani sekarang ini merupakan buah panjang dari do’a lintas generasi yang telah dilantunkan Nabi Ibrahim as. Maka jangan sekali-kali kita menyia-nyiakannya.
Dari mana datang lintah
Dari Plaju ke Tanjung Enim
Dari mana datang tarbiyah
Dari do’a nabi Ibrahim
Wallahu ‘Alam.

Rabu, 09 Oktober 2013

رِجَالٌ صَدَقُوا...








Da’wah hadir untuk mengingatkan dan menyelamatkan manusia dari jurang kegelapan kepada cahaya yang terang benderang. Itulah tema besar da’wah sejak dikumandangkan secara terbuka oleh “Bapak Da’wah” Nuh as, sebagaimana yang diinformasikan Allah dalam A-Qur’an .
إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (1) سورة نوح
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih". (QS Nuh :1).

Dan tema besar da’wah itu tetap tidak berubah ketika dikumandangkan secara terbuka oleh “ Nabi Pamungkas Da’wah” Rasulullah Muhammad saw, mengingatkan dan menyelamatkan manusia dari jurang kegelapan kepada cahaya yang terang benderang.

Sirah Nabawiyah mencatat tatkala turun ayat: “ Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat “ (As Syu'ara: 214). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam naik ke Shofa dan berteriak memanggil-manggil; 'Wahai bani Fihr, wahai Bani 'Adi dari keturunan Quraisy! Hingga orang-orang pun berkumpul dan apabila ada di antara mereka yang tidak bisa hadir, mereka mengutus utusan untuk menghadirinya. Demikian juga Abu Jahal dan orang-orang Quraisy pun berdatangan. Kemudian Rasul berkata :
أَرَأَيْتَكُمْ لَوْ أَخْبَرْتُكُمْ أَنَّ خَيْلًا بِالْوَادِي تُرِيدُ أَنْ تُغِيرَ عَلَيْكُمْ أَكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ قَالُوا نَعَمْ مَا جَرَّبْنَا عَلَيْكَ إِلَّا صِدْقًا قَالَ فَإِنِّي نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ فَقَالَ أَبُو لَهَبٍ تَبًّا لَكَ سَائِرَ الْيَوْمِ أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا فَنَزَلَتْ}تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ {أخرجه البخاري
Apa pendapat kalian jika kuberitahukan kepada kalian bahwa pasukan berkuda dari musuh di balik lembah ini akan menyerang kalian apakah kalian akan membenarkanku (mempercayaiku)? Mereka menjawab: Tentu, karena kamu tidak pernah berdusta. Lalu beliau berkata: 'Sesungguhnya aku memperingatkan kalian akan adzab yang berat. Maka Abu Lahab berkata: 'Apakah untuk ini engkau mengumpulkan kami?! Celakalah kamu! ia berkata: Maka Allah azza wa jalla menurunkan "Binasalah kedua tangan abu Lahab dan Sesungguhnya dia akan binasa." QS Al-Lahab (HR Bukhari)


Da’wah harus selalu hadir dan eksis untuk menerangi kehidupan sehingga banyak manusia yang bisa terselamatkan dari jurang kegelapan. Dan eksistensi da’wah itu sendiri terkait dengan keberadaan Rijalud Da’wah (baca : Kader Da’wah). Semakin banyak dan berkualitas Rijalud Da’wah, da’wah akan semakin eksis, semakin eksis da’wah semakin terang cahaya yang dipancarkan dan semakin terang cahaya yang dipancarkan akan semakin banyak manusia yang bisa diselamatkan.

Sebaliknya ketika Rijalud Da’wah sedikit dan tidak berkualitas, da’wah akan melemah, ketika da’wah lemah cahaya yang dipancarkan akan meredup, dan ketika cahayanya meredup akan banyak manusia yang tenggelam dalam kegelapan.

Oleh karena itu da’wah harus memiliki “ Rijaalun Shadaquu “ yaitu sosok Kader Da’wah yang memiliki rasa tanggung jawab, komitmen, kepekaan dan kepedulian terhadap da’wah, sebagaimana digambarkan dalam QS Al-Ahzab ayat 23 :
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا (23) سورة الأحزاب
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) “ (QS Al-Ahzab : 23)

Imam Hasan Al-Bana mengingatkan, diantara karekter yang harus dipenuhi oleh seseorang yang telah bergabung dalam da’wah, selain iman yang mendalam adalah kemauan yang kuat. Kemauan dan ketulusan niat ini akan dinilai dengan beberapa ujian dan rintangan. Dan salah satu ujian itu adalah ujian rasa tanggung jawab, komitmen, kepekaan dan kepedulian terhadap da’wah. Pernahkan kita merasakan sedih memikirkan da’wah ? Seperti perasaan sedih dan duka mendalam yang dirasakan oleh Rasulullah saw manakala orang-orang yang dida’wahinya justru menolak ajakan kepada keselamatan dan kebahagiaan hidup di dnuia dan akhirat, sebagaiman yang digambarkan Al-Qur’an :
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (6) سورة الكهف
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, Sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). (QS Al-Kahfi:6)

Rasulullah saw sendiri melukiskan perasaannya terhadap orag-orang yang dida’wahinya lewat sebuah perumpamaan :
إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ النَّاسِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ جَعَلَ الْفَرَاشُ وَهَذِهِ الدَّوَابُّ الَّتِي تَقَعُ فِي النَّارِ يَقَعْنَ فِيهَا فَجَعَلَ يَنْزِعُهُنَّ وَيَغْلِبْنَهُ فَيَقْتَحِمْنَ فِيهَا فَأَنَا آخُذُ بِحُجَزِكُمْ عَنْ النَّارِ وَهُمْ يَقْتَحِمُونَ فِيهَا )صحيح البخاري(
Perumpamaan diriku dan perumpaman manusia yang kuda'wahi adalah bagaikan seseorang yang menyalakan api (lampu), dikala api itu menyinari sekelilingnya, menjadikan serangga-serangga dan hewan menuju api itu, kemudian orang tersebut menarik serangga-serangga tetapi mereka menuju kepadanya dan terjerumuskan dalam api, maka akulah yang menarik ikat pinggang kalian dari api, ketika mereka terjerumus didalamnya. (HR Bukhari)

Allah telah menganugerahi nikmat kepada kita dengan memasukan kita ke dalam barisan Rijalud Da’wah. Maka kita harus syukuri nikmat ini dengan berusaha untuk menjadi Rijalun Shadaquu, yaitu berusaha menjadi Kader Da’wah yang memiliki rasa tanggung jawab, komitmen, kepekaan dan kepedulian terhadap da’wah.

Rabu, 07 Agustus 2013

Happy Ied 1434 H


Kamis, 01 Agustus 2013

GET UNLIMITED PAHALA AND SPECIAL GATE



UNLIMITED saat ini menjadi satu layanan yang dipakai oleh para operator selular untuk memasarkan produknya . “ XYZ  Unlimited adalah layanan akses data/internet, dimana Pengguna dapat melakukan akses data/internet dengan kecepatan akses data hingga kecepatan tertentu dalam jangka waktu tertentu (“Masa Aktif”), tanpa ada pembatasan jumlah atau volume data yang dapat diakses “, itulah salah satu bunyi iklan produk dari sebuah operator telepon selular. Dan seakan latah, semua operator pun mencantumkannya sebagai salah satu kelebihan produknya.

Mendapatkan fasilitas atau layanan yang unlimited (tanpa batas) adalah hal yang diinginkan oleh seluruh manusia. Maka wajar kalau para operator selular menawarkan unlimited sebagai bagian layanan produknya untuk mempertahankan pelanggan lamanya dan menarik pelanggan baru.

Dalam memotivasi manusia untuk beramal, Allah SWT pun tidak segan memberikan balasan berupa Unlimited Pahala kepada manusia. Dan amal  tersebut adalah Shaum, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ ، يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى..... )رَوَاهُ مُسْلِمٌ(
Dari Abi Hurairah, ia berkata; Rasulullah SAW bersabda ,’ Setiap amal anak adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah Azza Wajjala berfirman ,’ selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku ....‘” (HR Muslim)

Shaum termasuk ibadah yang mulia lagi mempunyai keutamaan yang besar, saking besarnya sampai-sampai para ulama berbeda pendapat mengenai ibadah yang paling utama, apakah shalat atau shaum. Hal itu karena semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan maksimal sampai 700 kali lipat kecuali puasa, pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah tanpa batas (unlimited) bagi siapa yang Dia kehendaki.
Allah SWT berfirman dalam QS Az-Zumar ayat 10 :
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ {10}‏ سورة الزمر
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas “ (QS Az-Zumar : 10).
Dan shaum adalah ibadah mengumpulkan tiga jenis kesabaran: Sabar dalam menjalankan perintah, sabar dalam menjauhi larangan, dan sabar terhadap takdir yang menyusahkan (berupa lapar dan haus).
Shaum, baik yang sunnah apalagi yang wajib adalah juga menjadi perisai yang bisa melindungi bahkan menjauhkan pelakunya dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan, sebagaimana dia juga melindungi dari semua bentuk maksiat dan kemungkaran. Oleh karena itu sangat wajar kalau Allah Ta’ala mensyariatkan ibadah puasa ini bukan hanya pada umat Islam akan tetapi kepada semua umat sebelum Islam, karena Allah ingin agar mereka semua mendapatkan keutamaannya. Dari Abu Said Al Khudri -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Al-Bukhari-Muslim).
The last, di akhirat kelak ada pintu surga bernama Ar-Rayyan yang khusus disiapkan bagi para shaaimin (orang-orang yang shaum).
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مَعَهُمْ غَيْرُهُمْ يُقَالُ : أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَدْخُلُونَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مَعَهُمْ أَحَدٌ (متفق عليه)
Sesungguhnya di dalam surga ada pintu yang bernama Ar-Rayyan (pintu kesegaran), dimana nanti pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu, dan tidak seorangpun yang dapat masuk lewat pintu itu selain mereka. Para penjaga pintu berkata,’Mna orang-orang yang berpuasa ?’ Maka mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun selain mereka yang boleh masuk (surga) melalui pintu itu, maka ditutuplah pintu itu hingga tidak ada seorangpun yang dapat masuk melalui pintu itu ”.(Mutafaqun Alaih)
So, mari kita berusaha sedikit menahan lapar dan dahaga untuk mendapatkan Unlimited Pahala yang akan diberikan Allah SWT dan Special Gate yang juga telah disiapkan-Nya. Wallahu ‘Alam.


Minggu, 21 Juli 2013

كُونُوا رَبَّانِيِّينَ





مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ (79)
“ Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu Dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”  (QS Ali Imran:79)

Menjadi Rabbani adalah visi pencapaian diri seorang manusia. Manusia harus merubah dan memperbaiki dirinya secara bertahap menuju kondisi terbaik yang mungkin dicapai olehnya, sampai menjadi seorang manusia Rabbani sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.

Apa itu Rabbani ?

Para pakar (ulama) bahasa Arab menyebutkan Rabbani adalah mashdar shina’i (mashdar bentukan) yang dinisbatkan kepada Rabb, ditambah dengan alif dan nun tanpa qiyas tertentu. Kata Rabbani biasanya ditujukan kepada manusia sebagai lagob (julukan). Manusia Rabbani adalah manusia yang memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Allah, tahu dan mengamalkan ajaran agama maupun kitab-Nya (DR. Yusuf Al-Qardhawi, Al-Khashaaish Al-Ammah Li Al-Islam)

Imam Jalaluddin Asy-Syuyuthi dan Imam Jalaluddin Muhammad Ibn Ahmad Al-Mahalliy dalam tafsirnya yang dikenal dengan Tafsir Jalalain menyebutkan Rabbani adalah :
علماء عاملين منسوبين إلى ( الربّ ) بزيادة ألف ونون تفخيماً
Ulama-ulama yang beramal saleh, dinisbatkan kepada Rabb dengan tambahan alif dan nun sebagai penghormatan

Imam Ibn Jarir al-Thabari, yang dikenal dengan sebutan Imamul mufassirin, menyebutkan secara definitif 5 kualifikasi utama yang harus dimiliki seorang manusia Rabbani.
 الرباني : ” الجامع إلى العلم والفقه، البصر بالسياسة والتدبير والقيام بأمور الرعية، وما يصلحهم في دُنياهم ودينهم .
Manusia Rabbani adalah manusia yang
  1. Berilmu pengetahuan (ilmu)
  2. Memahami Islam dengan sangat baik (faqih)
  3. “Melek” Politik (bashir bi siyasah)
  4. “Melek” manajemen (bashir bi tadbir)
  5. Melaksanakan segala urusan rakyat yang mendatangkan kemashlahatan, baik dalam urusan dunia maupun agama.

Sebuah kualifikasi yang sangat berat bahkan untuk saat ini nampaknya  mustahil bisa dicapai oleh seorang manusia. Manusia sempurna yang terkumpul dalam dirinya kepakaran dan kemampuan qauliyah (syariah, fiqih, da’wah, hadits, dsb) dan kauniyah (sains-teknologi, sosial-politik, ekonnomi-manajemen, dsb). Memang begitulah seharusnya kita. Tak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahun umum ,tak ada pemisahan antara ulama dan mujahid.
Abbas As-Siisiy dalam bukunya At-Thariq ilal Qulub, mengungkapkan satu fakta sejarah bahwa kurang lebih 400 tahun yang lalu, pada masa pemerintahan sultan Turki Sulaiman Basya al Qanuni, pernah membuat iklan lowongan kerja sebagai imam Masjid Istambul dengan syarat-syarat sebagai berikut :
1.    Menguasai bahasa Arab, Latin ,Turki, dan Persia
2.    Menguasai Al-Quran, Injil, dan Taurat
3.    Menguasai ilmu syariat
4.    Menguasai Ilmu Alam, Matematika dan mampu mengajarkannya
5.    Pandai berkuda, bermain pedang dan berperang
6.    Berpenampilan menarik
7.    Bersuara indah

Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa manusia berkualifikasi  Rabbani adalah sesuatu yang mungkin dicapai oleh manusia, jika manusia berusaha mencapainya.

Bagaimana cara menjadi Rabbani ?

Ternyata caranya mudah yaitu dengan Mengajar-Belajar Al-Kitab (Al-Qur’an)
بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ.......
.......karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”  (QS Ali Imran:79)

Bukankah itu bagian dari tarbiyah yang kita jalani selama ini ? Mungkin kita masih jauh dari kualifikasi Rabbani sebagaimana yang didefiniskan Imam Ibn Jarir al-Thabari dalam tafsirnya, tapi setidaknya saat ini kita sudah berada pada jalan yang benar untuk menjadi seorang  Rabbani.