.

INFO PENERIMAAN SISWA BARU

Dapatkan Layanan Pendidikan Islam Terpadu BINA ILMI dengan biaya lebih terjangkau Penerimaan : 1 dec 2014 Observasi Calon siswa baru Tahap 1 31 januari 2015

Truly SIT

MENUJU SEKOLAH NASIONAL BERSTANDAR MUTU SEKOLAH ISLAM TERPADU

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 03 April 2013

Silaturahmi dan Budaya Open House



Idul Fitri adalah moment penting bagi umat islam untuk mempererat silaturahim antar sesama umat islam. Bahkan Rasulullah pun telah memerintahkan umatnya untuk saling bersilaturahmi. Banyak manfaat dari silaturahmi, diantaranya adalah membukakan pintu rezki. Logikanya seperti ini, seandainya kita bersilaturahmi  pada seseorang yang ternyata adalah pengusaha sukses, bukan tidak mungkin kita akan mendapat celah untuk berbisnis dengan orang tersebut, bahkan bisa jadi kita mendapat bantuan modal. Ini hanya dari salah satu sisi saja, belum dari sisi yang lain. Jadi wajar kalau Rasululah SAW memerintahkan umatnya untuk bersilaturahmi.   
Namun dibalik anjuran Rasulullah tersebut ada budaya yang berkembang di masyarakat yang tidak lain kita kenal dengan istilah open house. Semua  pejabat  negara membuka rumahnya untuk menerima setiap tamu yang datang, yang kita kenal dengan istilah Open House. Namun terkadang masih terbentur pada klas sosial, kebanyakan yang datang justru dari kalangan elit, yang notabene tidak lain adalah kelompok kaum menengah atas. Mungkin ada dari beberapa golongan dari kelas bawah, namun itupun sangat terbatas. Silaturahmi adalah salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan kesenjangan sosial antara kelas-kelas di masyarakat, yang kita kenal dengan konflik horizontal. Sebelum menjelang idul fitri pun kita telah diperintahkan oleh Allah untuk berpuasa dan  menunaikan zakat, yang tidak lain tujuannya adalah agar kita semua merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh golongan kaum yang  “Kurang beruntung”. Mengapa penulis menyebutnya dengan sebutan kaum yang kurang beruntung ? hal ini karena sudah menjadi sunnatulah, ada yang kaya dan ada yang miskin, kalau seandainya semua penduduk bumi ini kaya semuanya, maka tentu akan sulit bagi kita untuk menentukan mustahik (penerima zakat). Dan tentu saja keseimbangan struktur masyarakat akan terganggu, namun menjadi kaya atau miskin adalah pilihan.
Open house seharusnya tidak menjadi budaya hanya pada saat perayaan idul fitri saja. Open  house seharusnya dilakukan setiap saat. Rumah kita seharusnya terbuka bagi siapa saja, artinya menerima semua orang yang ingin datang dan bersilaturahmi, menyampaikan keluh kesah, meminta nasehat dan memberikan nasehat, dan mungkin berbagi rezki. Namun terkadang silaturahmi sering dibumbui dengan hal-hal yang melanggar kode etik silaturahmi tersebut. Banyak yang melakukan silaturahmi dengan tujuan lain, seperti bawahan kepada atasan dengan tujuan untuk mendapatkan promosi jabatan, pengusaha kepada pejabat negara dengan tujuan agar diberikan proyek yang tentu saja dengan membawa sedikit “upeti” agar dipermudah urusannya. Padahal kalau kita ingin dilancarkan  semua urusan, seharusnya kita membawa upeti kepada yang memiliki hati manusia, meminta kepada-Nya untuk membukakan pintu-pintu hati manusia agar dipermudah urusan kita.
Seandainya negeri ini memiliki sosok pemimpin seperti Umar Al-Faruk yang melakukan open house setiap hari, melakukan perjalanan malam (inspeksi) pada rakyatnya yang tidak lain adalah untuk melayani umatnya, tentu negeri ini akan terbebas dari segala bentuk keterpurukan. Rahmat dan barokah  akan turun  dari langit dan bumi, sehingga negeri ini akan selalu dalam keberkahan. Bahkan dalam kesehariannya sosok sang amirul mukminin ini tidak dikenali oleh rakyatnya sendiri, seperti ketika amirul mukminin memanggul gandum untuk diberikan pada seorang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan. Wajar kalau umat islam di bawah kepemimpinan Al- Faruk bisa meruntuhkan imperium Romawi dan Imperium Persia., hal ini tidak lain karena pemimpin mendapatkan doa dari rakyatnya. Ada  kalimat yang bagus ketika penulis membaca sebuah sinopsis novel korea “Kalau Kita ingin mendapatkan keberkahan, Maka pertama kali kita harus membagi keberkahan yang kita miliki kepada orang lain, agar keberkahan yang lain akan mengiringi”. Open house seharusnya bukanlah menjadi budaya tahunan, namun seharusnya menjadi amalan harian (amal yaumi) yang harus dilaksanakan oleh umat islam. Selain itu istilah open house harus segera diubah menjadi “Silaturahmi Akbar” agar bahasanya bisa menyentuh semua lapisan masyarakat dari grassroot sampai elit. Silaturahmi bisa menghindarkan konflik horizontal antar kelompok masyarakat. Konflik-konflik yang terjadi selama ini di negeri ini hanyalah tidak lain adalah kesenjangan sosial. Tentu kita tidak ingin ketika masyarakat grassroot ini sudah muak dengan pemberitaan kasus-kasus korupsi pejabat negara, memakan uang pajak yang tidak lain disetorkan oleh rakyat sendiri ketika membeli nasi bungkus, berbelanja di mall, berdagang di pasar, dan celah-celah sumber pajak lainnya,  sehingga masyarakat akan bertindak anarkis, tidak taat hukum sebab hukum hanya menyentuh kelompok grassrott, dan sangat sulit menyentuh kelompok elit. Semua ini akan memicu kelompok masyarakat grassroot  membentuk organisasi (seperti Robinhood dan Geumgae) yang akan membinasakan semua pejabat pemerintahan akibat pemerintahan yang tidak menghargai, mengayomi bahkan memelihara rakyatnya sendiri. Wallahu ‘alamu bishawab

Memahami Karakter

Setiap manusia diciptakan dan diberikan oleh Allah SWT banyak kelebihan dibandingkan  dengan makhluk lainnya. Manusia diberikan Allah akal dan nafsu.berbeda dengan hewan yang hanya diberikan oleh Allah nafsu saja. Atas kelebihan inilah manusia memiliki derajat yang paling tinggi dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain.Namun dengan kelebihan-kelebihannya justru manusia menajdi makhluk yang suka berlebih-lebihan dan melebih-lebihkan segala urusan.