.

INFO PENERIMAAN SISWA BARU

Dapatkan Layanan Pendidikan Islam Terpadu BINA ILMI dengan biaya lebih terjangkau Penerimaan : 1 dec 2014 Observasi Calon siswa baru Tahap 1 31 januari 2015

Truly SIT

MENUJU SEKOLAH NASIONAL BERSTANDAR MUTU SEKOLAH ISLAM TERPADU

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 27 Mei 2013

BELAJAR “MIMPI” KEPADA “YUSUF”







وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا....
“ Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud. Dan berkata Yusuf “ Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan…..” (QS Yusuf:100)

Itulah adegan terakhir dalah kisah dramatis ” Yusuf Menggapai Mimpi”. Salah satu kisah dalam Al Qur’an yang berhasil menyabet predikat “Ahsanal Qoshos” (The Best Story).
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
 Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui “ (QS Yusuf : 3)

Kisah yang dibuka dengan sebuah dialog antara Yusuf Kecil dengan ayahnyaYa’qub AS tentang mimpi besarnya tunduknya sebelas bintang, matahari dan bulan di hadapannya.
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
“(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya :” Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku “ 
(QS Yusuf:4).

Mungkinkah ?

Melihat adegan demi adegan berikutnya, rasanya tidak mungkin Yusuf akan berhasil mewujudkan impiannya. Persekongkolan jahat antara syetan dan saudara-saudaranya telah merubah arah perjalanan hidup Yusuf dan menyimpangkan langkahnya menuju impiannya. Dan setelah itu hanya penderitaan demi penderitaan yang menemani hari-harinya.


Dipisahkan secara paksa dari orang yang dicintai dan mencintainya, terkurung di kegelapan dasar sumur tua, menjadi budak yang diperjual belikan di pasar. Itulah urut-urutan berikutnya dari perjalanan hidup Yusuf sampai akhirnya dia dibeli oleh seorang bangsawan Mesir untuk dijadikan pelayan di rumahnya sampai Yusuf tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa yang sempurna ketampannya laksana malaikat yang mulia.
.......وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ
” ....Dan mereka berkata : Maha Sempurna Allah, ini (Yusuf) bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia ” (QS Yusuf: 31)

Ternyata penderitaan belum berakhir, ketampanannnya justru kemudian mengantarkannya ke puncak penderitaannya, dijebloskan ke penjara yang pengap tanpa salah. Di mana mimpinya dahulu ? Apa yang bisa dilakukan Yusuf dalam penjara untuk mewujudkan impiannya ?

Luar biasa, dalam puncak deritanya justru Yusuf mampu menemukan dan mengasah potensi dirinya, dia mampu menemukan titik terkuat dalam dirinya. Maka meskipun samar dan tersembunyi celah keberuntungan mulai menghampiri dirinya. Prestasi kecil yang diraihnya ketika menjawab problem yang dihadapi dua temannya di dalam penjara menjadi The Turning Point menuju impiannya, walaupun dia masih harus menunggu beberapa tahun lagi. Tapi Yusuf tidak putus asa, dia tetap berusaha, berusaha dan berusaha meningkatkan kompetensi dirinya walaupun berada di balik penjara yang pengap.

Akhirnya saat itu tiba, peluang besar terkuak dan tidak ada seorangpun yang mampu mengambilnya kecuali Yusuf. Maka dari balik penjara yang dingin dan pengap dia berjalan ke istana yang hangat dan megah mengambil peluang besar tersebut sambil berkata :
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai lagi berpengetahuan ” (QS Yusuf 55)

Jalan menuju impian semakin terkuak lebar di hadapan Yusuf, derita tak lagi mampu menahan langkah Yusuf untuk meraih takdir yang diimpikannya semasa kecil; sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud di hadapannya. Denga air mata berlinang Yusuf merayakan kemenangannya sambil bersimpuh dan menengadahkan ke dua belah tangannya kemudian dengan suara lirih berkata :
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh ” (QS Yusuf 101)

Ini bukan cerita pengantar tidur, bukan kisah dari negeri antah berantah, tapi sebuah pelajaran Tuhan yang mengguncang fikiran, menjungkir balikan paradigma, menyengat perasaan dan membakar jiwa. Sebuah taujih Rabbani yang akan menghapuskan kata ”Tidak Bisa” dalam kamus kehidupan, membuang kata ”Tidak Mungkin” dalam catatan harian. Sebuah penawar Ilahi di saat duka dan putus asa.

Mimpikanlah keberhasilan Anda sekarang, pilihlah jalan yang paling sulit untuk dilalui, panjatkanlah gunung yang paling terjal untuk didaki, ambil laut yang terdalam untuk disebrangi, kemudian bersabarlah sebentar maka yakinkanlah jalan menuju impian itu akan terkuak lebar di hadapan Anda. Terakhir jangan lupa rayakan kemenangan Anda dengan ledakan rasa syukur, guyuran air mata ikhlas, dan rintihan do’a pada Sang Pembuat Takdir dari mimpi-mimpi kita.

Sekarang ambilah buku harian Anda, tuliskan tebal-tebal dengan huruf paling besar tentang MIMPI ANDA, yakinkan hati Anda akan mampu meraihnya, kemudian bersabarlah, maka ANDALAH YUSUF DARI MIMPI ITU.


Tema Bulan Maret : Belajar Kepada.....

Jumat, 24 Mei 2013

ONE DAY ONE JUZ !




By: Drs. Yogi Syafril
Kepala Sekolah SDIT Bina Ilmi dan
Ketua Bidang Pendidkan Yayasan  Ash-Shaff

اَلْقُرْآنُ هُوَ كَلاَمُ اللهِ اَلْمُعْجِزُ اَلْمُنَـزَّلُ عَلَى قَلْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلاَوَتِهِ

Al-Qur’an adalah Kalaamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita secara mutawatir dan membacanya merupakan ibadah.

Itulah materi Ta’riful Qur’an yang pernah kita dapat dahulu ketika kita baru mulai tarbiyah. Dan mungkin seringkali kita sampaikan lagi kepada binaan-binaan kita sekarang. Salah satu tujuan psikomotorik dari materi ini yang tertera dalam Manhaj Tarbiyah  adalah : peserta rajin membaca Al-Qur’an. Bagaimana dengan kita sekarang ?
Kenapa harus rajin membaca Al-Qur’an ? Karena membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, diantaranya :
    1. Al-Qur’an yang kita baca akan datang memberikan syafaat di hari kiamat

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ  (‏رواه مسلم‏)‏‏
Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi orang-orang yang senang membacanya “ (HR. Muslim)

2. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan berkumpul dengan para malaikat yang mulia
الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ‏  ‏(‏متفق عليه‏)
Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka nanti akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Orang terbata-bata dan mendapat kesulitan ketika membaca               Al-Qur’an dan terasa berat baginya, maka ia akan mendapat dua pahala “ (Mutafaqun Alaihi)

3. Satu huruf yang kita baca akan dibalas 10 kali lipat kebaikan
مَنْ قَرَأ حَرْفاً مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أمْثَالِهَا ، لاَ أقول : ألم حَرفٌ ، وَلكِنْ : ألِفٌ حَرْفٌ ، وَلاَمٌ حَرْفٌ ، وَمِيمٌ حَرْفٌ  (رواه الترمذي)
Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf “ (HR Tirmidzi)

Berapa jumlah Al-Qur’an yang harus kita baca ? Tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah Al-Qur’an yang harus dibaca, tergantung kondisi dan kemampuan masing-masing. Tetapi para shalafus shalih (semoga Allah meridahi mereka) memberikan patokan dalam membaca Al-Qur’an sebagai berikut :

إن الختم في أقل من ثلاث إسراعا لا يعين على التفهم والتدبر وفي الختم في أكثر من شهر إسرافا في هجر التلاوة
Sesungguhnya mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari adalah ketergesaan yang tidak dapat membantu pemahaman dan penghayatan. Sedang mengkhatamkannya lebih dari satu bulan adalah keterlaluan dalam meninggalkan tilawah
Untuk lebih jelasnya, patokan dari para  salafus shalih tersebut jika digambarkan kurang lebih sebagai berikut  :
Imam Syahid Hasan Al-Bana di akhir Risalah Ta’lim menyebutkan 38 (tiga puluh delapan) kewajiban yang harus ditunaikan kader da’wah yang telah meyakini sepuluh rukun ba’iat. Dan beliau menyebutkan kewajiban ke satu terkait dengan membaca Al-Qur’an.

أَنْ يَكُوْنَ لَكَ وِرْدٌ يَوْمِيٌّ مِنْ كِتَابِ اللهِ لَا يَقِلُّ عَنْ جُزْءٍ , وَاجْتَهِدْ أَلَّا تَخْتِمَ فِي أَكْثَرِ مِنْ شَهْرٍ , وَلَا فِي أَقَلِّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ (وَاجِـبَـاتُ الْأَخِ الْعَامِــلِ:١)


Hendaknya engkau memiliki wirid harian dari kitabullah yang tidak kurang dari satu juz. Dan berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tidak lebih dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari “ (Kewajiban Aktivis : 1 )



Jadi, seorang kader da’wah harus berusaha untuk membaca Al-Qur’an (paling tidak) One Day One Juz  (satu juz per hari). Sebagaimana yang dicontohkan oleh para shalafush shalih dan dituntut oleh da’wah.

Jika kita bersungguh-sungguh berusaha, Insya Allah bisa ! Jangan sampai kita menjadi kelompok orang yang هجرة القرِآن  (meninggalkan Al-Qur’an) seperti yang dikeluhkan Rasul karena kita telah هجرة التلاوة (meninggalkan tilawah).


وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً {30}سورة الفرقان
Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan’ “ (QS 25:30)



















Jumat, 17 Mei 2013

DR. Jalaluddin, MPSA

DR. Jalaluddin, MPSA
Praktisi Pendidikan, Widyaiswara LPMP Sumsel 
Orang tua dari Qonitah Muhsinah (Kls V) dan Fathimah Muthi’ah (Kls II)
 Sekolah yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah sekolah yang dapat membekali anak pengetahuan, keterampilan terbaik dan sekolah yang mampu menanamkan kebiasaan/karakter sukses dunia dan akhirat…
Harapan itu akan kita dapatkan,… hanya di SDIT Bina lmi…………………..Sure!!