
![]() |
| By: Drs. Yogi Syafril Kepala Sekolah SDIT Bina Ilmi dan Ketua Bidang Pendidkan Yayasan Ash-Shaff |
اَلْقُرْآنُ
هُوَ كَلاَمُ اللهِ اَلْمُعْجِزُ اَلْمُنَـزَّلُ عَلَى قَلْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ
اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلاَوَتِهِ
Al-Qur’an adalah Kalaamullah yang merupakan
mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita
secara mutawatir dan membacanya merupakan ibadah.
Itulah materi Ta’riful Qur’an yang pernah kita dapat dahulu
ketika kita baru mulai tarbiyah. Dan mungkin seringkali kita sampaikan lagi kepada binaan-binaan kita sekarang. Salah satu tujuan psikomotorik dari materi ini yang tertera dalam Manhaj
Tarbiyah adalah : peserta rajin
membaca Al-Qur’an. Bagaimana dengan kita sekarang ?
Kenapa harus rajin membaca Al-Qur’an ? Karena membaca Al-Qur’an memiliki banyak
keutamaan, diantaranya :
1. Al-Qur’an yang kita baca akan datang
memberikan syafaat di hari kiamat
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ
يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ (رواه
مسلم)
“ Bacalah
Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat
sebagai syafaat bagi orang-orang yang senang membacanya “ (HR. Muslim)
2. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan
berkumpul dengan para malaikat yang mulia
الَّذِي
يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ ،
وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ
أجْرَانِ (متفق عليه)
“ Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka nanti akan berkumpul
bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Orang terbata-bata dan
mendapat kesulitan ketika membaca Al-Qur’an dan terasa berat baginya, maka ia
akan mendapat dua pahala “ (Mutafaqun Alaihi)
3. Satu huruf yang kita
baca akan dibalas 10 kali lipat kebaikan
مَنْ
قَرَأ حَرْفاً مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ
أمْثَالِهَا ، لاَ أقول : ألم حَرفٌ ، وَلكِنْ : ألِفٌ حَرْفٌ ، وَلاَمٌ حَرْفٌ ،
وَمِيمٌ حَرْفٌ (رواه الترمذي)
“ Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab
Allah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan
sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf,
tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu
huruf “ (HR Tirmidzi)
Berapa jumlah Al-Qur’an yang harus kita
baca ? Tidak ada
ketentuan khusus berapa jumlah Al-Qur’an yang harus dibaca, tergantung kondisi
dan kemampuan masing-masing. Tetapi para shalafus shalih (semoga Allah meridahi
mereka) memberikan patokan dalam membaca Al-Qur’an sebagai berikut :
إن الختم في أقل من ثلاث إسراعا لا يعين
على التفهم والتدبر وفي الختم في أكثر من شهر إسرافا في هجر التلاوة
“Sesungguhnya mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga
hari adalah ketergesaan yang tidak dapat membantu pemahaman dan penghayatan.
Sedang mengkhatamkannya lebih dari satu bulan adalah keterlaluan dalam
meninggalkan tilawah”
Untuk lebih jelasnya, patokan dari para
salafus shalih tersebut jika digambarkan kurang lebih sebagai berikut :
Imam Syahid Hasan Al-Bana di akhir Risalah Ta’lim menyebutkan 38 (tiga
puluh delapan) kewajiban yang harus ditunaikan kader da’wah yang telah meyakini
sepuluh rukun ba’iat. Dan beliau menyebutkan kewajiban ke satu terkait dengan
membaca Al-Qur’an.
أَنْ يَكُوْنَ لَكَ وِرْدٌ يَوْمِيٌّ مِنْ
كِتَابِ اللهِ لَا يَقِلُّ عَنْ جُزْءٍ , وَاجْتَهِدْ أَلَّا تَخْتِمَ فِي أَكْثَرِ مِنْ شَهْرٍ ,
وَلَا فِي أَقَلِّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ (وَاجِـبَـاتُ الْأَخِ الْعَامِــلِ:١)
“ Hendaknya engkau
memiliki wirid harian dari kitabullah yang tidak kurang dari satu juz. Dan
berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu
tidak lebih dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari “ (Kewajiban
Aktivis : 1 )
Jadi, seorang kader da’wah harus berusaha untuk membaca Al-Qur’an (paling
tidak) One Day One Juz (satu
juz per hari). Sebagaimana yang dicontohkan oleh para shalafush shalih dan dituntut
oleh da’wah.
Jika kita bersungguh-sungguh berusaha, Insya Allah bisa ! Jangan sampai kita menjadi kelompok orang yang هجرة القرِآن (meninggalkan Al-Qur’an) seperti yang dikeluhkan Rasul karena kita telah هجرة التلاوة (meninggalkan tilawah).
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ
مَهْجُوراً {30}سورة الفرقان
“ Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya
kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan’ “ (QS 25:30)









0 komentar:
Posting Komentar