.

Jumat, 24 Mei 2013

ONE DAY ONE JUZ !




By: Drs. Yogi Syafril
Kepala Sekolah SDIT Bina Ilmi dan
Ketua Bidang Pendidkan Yayasan  Ash-Shaff

اَلْقُرْآنُ هُوَ كَلاَمُ اللهِ اَلْمُعْجِزُ اَلْمُنَـزَّلُ عَلَى قَلْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلاَوَتِهِ

Al-Qur’an adalah Kalaamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita secara mutawatir dan membacanya merupakan ibadah.

Itulah materi Ta’riful Qur’an yang pernah kita dapat dahulu ketika kita baru mulai tarbiyah. Dan mungkin seringkali kita sampaikan lagi kepada binaan-binaan kita sekarang. Salah satu tujuan psikomotorik dari materi ini yang tertera dalam Manhaj Tarbiyah  adalah : peserta rajin membaca Al-Qur’an. Bagaimana dengan kita sekarang ?
Kenapa harus rajin membaca Al-Qur’an ? Karena membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, diantaranya :
    1. Al-Qur’an yang kita baca akan datang memberikan syafaat di hari kiamat

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ  (‏رواه مسلم‏)‏‏
Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi orang-orang yang senang membacanya “ (HR. Muslim)

2. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan berkumpul dengan para malaikat yang mulia
الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ‏  ‏(‏متفق عليه‏)
Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, maka nanti akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Orang terbata-bata dan mendapat kesulitan ketika membaca               Al-Qur’an dan terasa berat baginya, maka ia akan mendapat dua pahala “ (Mutafaqun Alaihi)

3. Satu huruf yang kita baca akan dibalas 10 kali lipat kebaikan
مَنْ قَرَأ حَرْفاً مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أمْثَالِهَا ، لاَ أقول : ألم حَرفٌ ، وَلكِنْ : ألِفٌ حَرْفٌ ، وَلاَمٌ حَرْفٌ ، وَمِيمٌ حَرْفٌ  (رواه الترمذي)
Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf “ (HR Tirmidzi)

Berapa jumlah Al-Qur’an yang harus kita baca ? Tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah Al-Qur’an yang harus dibaca, tergantung kondisi dan kemampuan masing-masing. Tetapi para shalafus shalih (semoga Allah meridahi mereka) memberikan patokan dalam membaca Al-Qur’an sebagai berikut :

إن الختم في أقل من ثلاث إسراعا لا يعين على التفهم والتدبر وفي الختم في أكثر من شهر إسرافا في هجر التلاوة
Sesungguhnya mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari adalah ketergesaan yang tidak dapat membantu pemahaman dan penghayatan. Sedang mengkhatamkannya lebih dari satu bulan adalah keterlaluan dalam meninggalkan tilawah
Untuk lebih jelasnya, patokan dari para  salafus shalih tersebut jika digambarkan kurang lebih sebagai berikut  :
Imam Syahid Hasan Al-Bana di akhir Risalah Ta’lim menyebutkan 38 (tiga puluh delapan) kewajiban yang harus ditunaikan kader da’wah yang telah meyakini sepuluh rukun ba’iat. Dan beliau menyebutkan kewajiban ke satu terkait dengan membaca Al-Qur’an.

أَنْ يَكُوْنَ لَكَ وِرْدٌ يَوْمِيٌّ مِنْ كِتَابِ اللهِ لَا يَقِلُّ عَنْ جُزْءٍ , وَاجْتَهِدْ أَلَّا تَخْتِمَ فِي أَكْثَرِ مِنْ شَهْرٍ , وَلَا فِي أَقَلِّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ (وَاجِـبَـاتُ الْأَخِ الْعَامِــلِ:١)


Hendaknya engkau memiliki wirid harian dari kitabullah yang tidak kurang dari satu juz. Dan berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tidak lebih dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari “ (Kewajiban Aktivis : 1 )



Jadi, seorang kader da’wah harus berusaha untuk membaca Al-Qur’an (paling tidak) One Day One Juz  (satu juz per hari). Sebagaimana yang dicontohkan oleh para shalafush shalih dan dituntut oleh da’wah.

Jika kita bersungguh-sungguh berusaha, Insya Allah bisa ! Jangan sampai kita menjadi kelompok orang yang هجرة القرِآن  (meninggalkan Al-Qur’an) seperti yang dikeluhkan Rasul karena kita telah هجرة التلاوة (meninggalkan tilawah).


وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً {30}سورة الفرقان
Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan’ “ (QS 25:30)



















0 komentar:

Posting Komentar