Mencintai saudaranya karena Allah adalah ruh ukhuwwah. Mencintai karena
Allah akan melapangkan dada yang berpuncak kepada kesiapan untuk mengutamakan
saudaranya daripada dirinya sendiri. Itulah gambaran ideal sebuah ukhuwwah yang
berhasil diwujudkan oleh generasi Islam pertama - Muhajirin dan Anshar - yang
diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an :
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ
وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا
يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى
أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ
فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (9)
“ Dan
orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor)
sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang
berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan
dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin);
dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri,
Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran
dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung “ (QS 59:9).
Mencintai saudaranya karena Allah adalah lambang kesempurnaan iman. Belum
sempurna keimanan seseorang dalam ukhuwwah sebelum ia mencintai saudaranya
seperti mencintai dirinya sendiri, sebagaimana sabda Rasul :
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ) صحيح البخاري(
" Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai
untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri" (HR
Bukhari)
Mencintai saudaranya karena Allah sumber dari kelezatan iman (halawatul
iman). Buah iman akan terasa lezat manakala (salah satunya) kita mencintai
saudara kita karena Allah. Seperti yang diucapkan oleh Nabi SAW :
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ
اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ
لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ
أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ (رواه البخاري و مسلم)
" Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan
manisnya iman; orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada
selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena
Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya
dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka " (Mutafaqun
‘Alaih)
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلاَلِى الْيَوْمَ
أُظِلُّهُمْ فِى ظِلِّى يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّى ) رَوَاهُ
مُسْلِمٌ(
Sesungguhnya Allah pada hari kiamat akan berfirman
: Di manakah orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku, kini Aku naungi
di bawah naungan-Ku, pada saat di mana tiada naungan kecuali naungan-Ku .(HR Muslim)
Mencintai saudaranya karena Allah membuat Allah memberikan mimbar-mimbar dari cahaya yang
membuat iri para nabi dan para syuhada, seperti yang diinformasikan oleh Nabi saw
:
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ
النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ ) سنن الترمذي(
"Allah 'azza wajalla berfirman: Orang-orang yang saling mencintai
karena keluhuranKu, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat
para nabi dan syuhada` iri." (HR At-Tirmidzi)
Maka, marilah kita berusaha mencintai
saudara kita karena Allah. Dan jika perasaan itu mulai tumbuh jangan segan dan
jangan malu untuk mengatakan kepadanya :
إنِّي أُحِبُّكَ في الله
“ Sesungguhnya aku mencintaimu
karena Allah”.
Demikian pesan Rasulullah saw
kepada kita yang saling mencintai karena Allah.
وعن أنس - رضي الله عنه - : أنَّ رَجُلاً كَانَ
عِنْدَ النَّبيِّ ، - صلى الله عليه وسلم - ، فَمَرَّ رَجُلٌ بِهِ ، فَقَالَ
: يَا رَسُول الله ، أنِّي لأُحِبُّ هَذَا ، فَقَالَ لَهُ
النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - : (( أأعْلَمْتَهُ ؟ )) قَالَ : لا .
قَالَ : (( أعْلِمْهُ )) فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إنِّي أُحِبُّكَ في الله ،
فَقَالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أحْبَبْتَنِي لَهُ . رواه أَبُو داود بإسناد صحيح .
Anas
r.a berkata : Ada seorang duduk di sisi Nabi saw, mendadak ada seorang
berjalan, maka orang itu berkata : Ya Rasulullah aku sungguh mencintai orang
itu. Nabi bertanya : Apakah engkau sudah memberitahu bahwa kau cinta kepadanya
? Jawabnya : belum . Rasul bersabda: beritahulah ia. Maka dikejarnya dan
dikatakan kepadanya : Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.
Jawabnya : Semoga Allah mencintaimu, sebagaimana engkau mencintaiku karena
Allah
(HR Abu Dawud)
Wallahu
‘alam.









0 komentar:
Posting Komentar