.

Selasa, 18 November 2014

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ.....



Dalam lintasan perjalanan da’wah para anbiya, Ibrahim AS adalah nabi yang sangat phenomenal . Dari garis keturunannya lahir para nabi, sehingga beliau dikenal dengan sebutan Abul Anbiya.

Ketegaran dan keteguhannya dalam berda’wah telah mendudukkan dirinya dalam jajaran Ulul Azmi Minar Rusul.
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ (35) سورة الأحقاف
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik (QS 46:35)

Kepatuhannya yang tanpa reserve kepada Allah, telah menghantarkannya menjadi kesayangan-Nya (khalilullah).
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا (125) سورة النساء
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.(QS 4:125)

Konsistensinya dalam menegakkan aqidah tauhidullah telah menempatkan dirinya dalam satu diantara dua nabi yang  menjadi uswatun hasanah.
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ ...(4) سورة الممتحنة
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja...(QS 60:4)

Dan hal lain, dari banyak hal yang tidak bisa disebutkan semuanya di sini, dari nabi Ibrahim adalah terkait visi da’wahnya yang jauh melintasi generasi. Visi tersebut beliau formulasikan dalam bentuk do’a-do’a yang dilantunkannya kepada Allah swt. Dan diantara do’anya adalah :
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana (Al-Baqarah:129)

Do’a ini dilantunkan oleh nabi Ibrahim as ketika pertama kali membangun dasar-dasar Baitullah bersama putranya Ismail, meminta dihadirkan kepada kaumnya kelak seorang Rasul sebagai Murabbi untuk men-Tarbiyah ummat dengan membacakan ayat-ayat Allah (tilawah), mengajarkan kitab dan hikmah (ta’lim) dan mensucikan mereka (tazkiyah).
Do’a tersebut kemudian Allah kabulkan setelah melintasi beberapa generasi dengan menghadirkan Rasulullah SAW. Sebagaimana Allah firmankan di Al-Qur’an :
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (151)
Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS Al- Baqarah : 151)

Hal senada juga disebutkan Allah di QS Ali-Imran 164 dan QS Al-Jumu’ah : 2 (silakan lihat sendiri ayatnya)

Kalau kita perhatikan do’a nabi Ibrahim as dalam QS Al-Baqarah:129, dijawab dan dikabulkan Allah dalam QS Al-Baqarah:151, QS Ali-Imran:164 dan QS Al-Jumu’ah:2 dengan sedikit koreksi urutan. Nabi Ibrahim meminta dihadirkan Rasul dengan peran tilawah, ta’lim dan tazkiyah, Allah mengabulkannya dengan merubah urutan perannya menjadi tilawah, tazkiyah dan ta’lim. Kenapa ? (Silakan cari hikmahnya)

Jadi Tarbiyah yang Insya Allah sedang kita jalani sekarang ini merupakan buah panjang dari do’a lintas generasi yang telah dilantunkan Nabi Ibrahim as. Maka jangan sekali-kali kita menyia-nyiakannya.
Dari mana datang lintah
Dari Plaju ke Tanjung Enim
Dari mana datang tarbiyah
Dari do’a nabi Ibrahim
Wallahu ‘Alam.

0 komentar:

Posting Komentar